Selasa, 24 September 2013

makalah bahasa indonesia


1.      PENDAHULUAN

Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga, Bahasa Indonesia menjadi sarana budaya dan sarana berpikir masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, peranan Bahasa Indonesia menjadi sangat penting. Mengingat pentingnya bahasa Indonesia, kami sebagai mahasiswa dituntut untuk lebih memahami bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Yang salah satunya adalah dengan  mengetahui sejarah bahasa Indonesia.
Bahasa indonesia telah bersentuhan dan dipengaruhi  oleh berbagai bahasa asing yaitu bahasa inggris serta beberapa bahasa daerah terutama bahasa jawa. Pertembungan dengan berbagai bahasa itu telah memperkaya bahasa indonesia dalam bidang perbendaharaan kata. Tetapi sayangnya, arus masuknya kata-kata dari berbagai bahasa itu kedalam bahasa indonesia , hampir tak terkendali . Akibatnya paling kurang menimbulkan  3 perkara:
1.      Pemakaian bahasa indonesia banyak yang tidak mengerti kata-kata yang berasal dari bahasa asing dan bahasa daerah. Keadaan ini membuat komunikasi tidak efektif.
2.      Sistem bahasa indonesia menjadi begitu labil, sehingga pemakaian bahasa indonesia sulit memperoleh pedoman yang baku.

Pertumbuhandan perkembangan bahasa melayu yang kemudian salah satu cabangnyadisebut bahasa indonesia, merupakan suatu yang patut dikenal oleh pemakai bahasa indonesia. Pad satu sisi hal itu akan memberikan semacam penghargaan historis terhadap segala upaya yang telah dilakukan oleh berbagai pihak membina dan mengembangkan bahasa itu, sehinga satu diantaranya telah ujud sepertbahasa indonesia sekarang ini.

Tapi yang lebih penting lagi dengan pengetahui bagaimana bahasa indonesia berasal dari bahasa melayu, lalu tumbuh berkembang oleh para pujangga dan pengarng, maka pemakai bahasa  indonesia akan menyadari bahwa asas asas bahasa indonesia bertumpu pada bahasa melayu. Dengan demikian pokok-pokok bahasa indonesia seperti pengucapan(lafal) pembentukan kata, pola kalimat, dan pembendaharaan kata tentulah berpijak pada bahasa melayu.  Karena itu untuk memiliki kemampuan berbahasa indonesia yang baik, prinsip-prinsip tersebut hendaklah diketahui, dikuasai mahir memakainya.


Ada 3 perkara yang amat mendesak sekali diperhatikan dalam pembinaan dan pemeliharaan bahasa indonesia;
1.      Bahasa indonesia belum punya pedoman pengucapan.  Pengucapan  bahasa indonesia sebagia  besar diwarnai oleh dialek atau bahasa  masing-masing pamakai.  Hal ini cukup merugikan dalam jangka panjang,  sebab akan merusak sendi-sendi bahasa itu.  Persatuan bahasa indonesia yang amat didambakan justru tidak dapat tecermindalam kehidupan bangsa, sebab tiap suku bangsa indonesia dengat logat daerah  atau sukunya.  Padahal, seseorang dikesa sebagai bangsa indonesia, hendaklah terpancar dari bahasa indonesia yang dipakainya.  Jika bahasa indonesia yang dipakainya masih membayangkan kesukarannya, maka keindonesiaan dalam bidang bahasa belum lagi ujud. Padahal inilah alat pemersatu bangsa yang paling ampuh.  Jika seseorang memakai bahasa indonesia,tidak terkesan lagi kesukaranny, maka barulah orang itu tampil sebagai banagsa indonesia yang sempurna.
2.      Dalam bidang semantik (arti kata) bahasa indonesia sangat lemah.  Sejumlah kata yang sepintas lalu terkesan sama, sering dikacaukan begitu rupa oleh pemakainya.  Akibatnya kadar logika bahasa indonesia kurang baik.  Sementara disampingnya sering terjadi kesalahpahaman, sehingga bahasa itu kurang komunikatif.




2.PEMBAHASAN

2.1              SEJARA BAHASA INDONESIA

  Bahasa indonesia berasal dari bahasa melayu termasuk rumpun bahasa Astronesia yang telah digunakan sebagai lingua franca di Nusantar sejak abad –abad awal peninggalan modren, paling tidak dalam bentuk informalnya.  Bentuk  bahasa sehari hari ini sering dinamai dengan istilah melayu pasar.  Jenis ini sangat lentur  sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa  yang digunakan  para penggunanya.

Penamaan istilah’’bahasa melayu’’ telah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M, yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti   melayu kono dari palembang dan bangka. Prasasti-p rasasti ini di tulis dengan aksara pallawa atas perintah kerajaan sriwijay,  kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 da ke-8. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti melayu kuno di jawa tengah. Keping tembaga laguna yang ditemukan di dekat manila juga   keterkaitan wilayah itu dengan sriwijaya.

Awal penamaan bahasa indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada kongres  nasional kedua di jakarta, dicanangkanlah penggunaan bahasa indonesia  sebagai bahasa untuk negara indonesia pasca kemerdekaan. Soekarno tidak memilih bahasa sendiri, jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu), namun beliau memilih bahasa indonesia yang beliau dasarkan dari bahasa melayu yang dituturkan din riau.

Bahasa melayu riau dipilih sebagai bahasa persatuan negara republik indonesia atau beberapa pertimbangan sebagai berikut:
1)      Jika bahasa jawa digunakan, suku-suku bangsa atau puak lain direpublik indonesia akan merasa di jajah oleh suku jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di repunlik indonesia.
2)      Bahasa jawa jauh lebih sukar di pelajari dibandingkan dengan bahasa  riau.
3)      Bahasa melayu riau yang dipilih, dan bukan bahasa melayu pontianak, banjarmasin, samarinda, maluku, jakarta (betawi), atupun kutai.
4)      Penguna bahasa melayu bukan bukan hanya terbatas direpublik indonesia.  Pada 1954. Pengguna bahasa melayu selain republik indonesia yaitu malaysia, brunai, dan singapura.  Pada saat itu, dengan mengunakan bahasa melayu sebagai bahasa persatuan, diharapkan di negara-negara dikawasan seperti malaysia, brunei, dan singapura bisa ditumbuhkan  semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di asia tengara.

Dengan memilih bahasa melayu riau, para pejuang kemerdekaan bersatu seperti pada masa islam berkembang di indonesia, namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan.  Bahasa indonesia yang telah dipilih ini kemudian distandarisasi lagi dengan nahu (tata bahasa).  Hal ini telah dilakukan pada zaman penjajahan jepang.

Keputusan kongres bahasa indonesia II 1945  medan, antara lain menyatakan bahwa bahasa indonesia berasal dari bahasa melayu.

Bahasa melayu muali dipakai dikawasa asia tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu dengan ditemukannya prasasti di kedukan bukti, berangka 683M (PALEMBANG); Talang tuwo, berangka 684 M  (PALEMBANG); Kota kapur, berangka 686 M (berangka barat); dan karang Brahi, berangka 688M (Jambi).  Prasasti itu bertuliskan huruf pranagari bahasa melayu kuno. Bahasa melayu kuno tidak hanya dipakai pada zaman sriwijaya karena jawa tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 942M yang juga menggunakan bahasa melayu kuno.

Pada zaman sriwijaya, bahasa melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama budha.  Bahasa melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antar suku di nusantara dan sebagai bahasa perdaganga, baik sebagai bahasa antar suku di nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagangdari luar nusantara.

Perkembangan dan pertumbuhan bahasa melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan islam, baik berupa batu yang bertulis seperti tulisan pada batu nisan minye tujoh,aceh, berangka 1380 M, maupun hasil susatra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, hikayat raja-raja pasai, sejarah melayu, Tajussalatin, dan bustanussalatin.

Bahasa indonesia menyebar kepelosok nusantara bersamaan penyebaran agama islam di wilayah nusantara.  Bahasa melayu mudah diterima oleh masyarakat nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa melayu tidak mengenal tingkat tutur.

Bahasa melayu yang dipakai di daerah di wilayah nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa sanskerta, peria, arab, dan bahasa –bahasa eropa.

Perkembngan bahasa indonesia di wilayah nusantara memengaruhi dan mendorong tumbuhnya persaudaraan dan persatuan bangsa indonesia.  Komunikasi antar perkumpulan yang bangkit pada masa itu mengunakan bahasa melayu. pemuda indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa melayu menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa indonesia. (sumpah pemuda 28 oktober 1928)

Peristiwa peristiwa penting berkaitandengan perkembangan  bahasa indonesia di antaranya:
1)             Pada 1901, disusunlah ejaan resmi bahasa melayu oleh OC.A.van Ophuijen dan dimuat dakam kitap logat melayu.
2)             Pada 18 agustus 1945 , ditandatanganilah Undang-Undang dasar RI 1945, yang salah satu pasalnya (pasal 36) menetapkan bahasa indonesia sebagai bahasa negara.
3)             Pada 16 agustus 1972, H .M Soekarno, presid republik indonesia, meresmikan penggunaan ejaan bahasa indonesi yang disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan keputusan presiden No. 57 tahun 1972.

2.2         Bahasa indonesia sebagai bahasa negara

Bahasa indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada  18 agustus1945, karena pada saat itu undang undang dasar 1945 di sahkan sebagai Undang-Undang dasar  negara republik indonesia. Dalam undang-undang dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah bahasa indonesia. (Bab XV, pasal 36).


Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalm memoderenkan bahasa indonesia. Peroklamasi kemerdekaan indonesia, 17 agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa indonesiasecara konsitusional sebagai bahsa negara.  Kini, bahasa indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat indonesia, baik ditingkat pusat maupun daerah.

Sejarah bahasa indonesia cukup jelas menyebutkan apa fungsi dan bagaimana kedudukan bahasa indonesia bagi bangsa indonesia. Fungsi bahasa indonesia bagi bangsa indonesia ialahsebagai pemersatu suku-suku bangsa di republik indonesia yang beranekaram.setiap suku bangsa yang begitu menjunjung nilai adat dan bahasa derah masing-masingdisatukan dan disamakan darajatnya. Dalam sebuah bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia.  Dan memandang akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa indonesia, maka setiap suku bangsa di  indonesia bersedia menerima bahasa indonesiasebagai bahasa nasional. Selain itu fungsi dari bahasa indonesia ialah sebagai bahasa ibu yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi bagi  yang tidak bisa berbahasa daerah.

Bahasa indonesia sebagai bahasa negara atau bahasa nasional, maksudnya bahasa indonesia itu adalah bahasa yang sudah di resmikan menjadi bahasa bagi seluruh bangsa indonesia.adapun bahasa indonesia sebagai budya indonesia dan merupakan ciri khas atau pembeda dari bangsa lain di dunia.

2.3                 Bahas indonesia sebagai bahasa pemersatuan

Bahasa indonesia bisa menjalankan fungsi sebagai pemersatuan  bangsa indonesia.  Dengan mengunakan bahasa indonesia, rasa kesatuan dan pemersatuan bangsa yang berbagai etnis terpupuk.  Kehadiran bahasa indonesia di tengah-tengah ratusan bahasa daerah yang menimbulkan  sentimen negatif etnis yang mengunakannya.  Sebaliknya, sebaliknya justru kehadiran bahasa indonesia diangap sebagai pelindung sentimen kedaerahan dan sebagai penengah ego kesukuan.

Latar belakan budaya dan bahasa yang bebeda-beda berpotensi untuk menghambat perhubungan antar daerah antar budaya.  Tetapi, berkat bahasa indonesia etnis yang satu bisa berhubungan dengan etnis yang lain sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.




2.4         Bahasa indonesia sebagai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Perjalanan panjang sejarah bahasa  indonesia dalam dua kedudukan penting, yakni  sebagi bahasa nasional dan bahasa negara. Sejak diikrarkan sebagai bahasa nasional dan di tetapkan bahasa negara, bahasa indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan itu telah mengantarkan  bahasa indonesia sebagai lambang jati  diri bangsa dan alat pemersatuberbagai suku bangsa yang berbeda-beda latar belakang sosial, budaya, agama, dan bahasa daerahnya. Di samping itu bahasa indonesia juga telah mampu mengemban fungsinya sebagai sarana komunikasi modren dalam penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, pengembangan ilmu, serta seni.

Bahasa indonesia merupakan satu-satunya alat yang memungkinkan untuk membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa karena bahasa indonesia memiliki ciri-ciri dan identitas sendiri, yang membedakannya dengan kebudayaan daerah. Saat ini, bahasa indonesia digunakan sebagai alat untuk menyatakan semua nilai  sosial budaya nasional. Pada situasi inilah bahasa indonesia telah menjalankan  kedudukannya sebagai bahasa budaya.

menyampaian ilmu pengetahuan kepada bernagai kalangan dan tingkat pendidikan. Semua jenjang pendidikan dalam penyampaiannya atau mengunakan tentu menggunakan bahasa indonesia sebagi pengantarnya. Karena itu, bahas indonesia mempunyai peran penting sebagai bahasa ilmu pengetahualam  dan teknologi dalam penyebarannya dalam dunia pendidikan.


2.5         Bahasa indonesia sebagai bahasa dalam pembangunan     

Bahasa indonesia merupakan bahasa resmi republik indonesia. Pada saat ini, bahasa indonesia digunakan  oleh hampir seluruh rakyat indonesia. Bahasa indonesia merupakan bahasa resmi, dan bahasa pertama digunakan, selain bahasa daerah. Sebagai bahasa resmi negara, bahasa indonesia di gunakan dalam berbagai kesempatan dan kesempatan dan kegiatan.
Sebagai bahasa negara, bahsa indonesia mempunyai fungsi sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional dalam berbagai kepentingan nasional.perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sebagai kepentingan nasional.tentu akan mengunakan bahasa indonesi. Karena itulah, bahasa indonesia akan digunakan dalam hal kepentingan perencanaandan pelaksanaan pembangunan.
Bahasa indonesia mempunyai peran penting di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Perannya tampak di dalam kehidupan bermasyarakatdi berbagai wilayah tanah tumpah darah indonesia.
Bahas indonesia sebagai milik bangsa, dalam perkembangan dari waktu ke waktu telah teruji keberadaannya, baik sebagai bahasa persatuan maupun sebagai bahasa resmi negara. Adanya gejolak dan kerawanan yang mengancam kerukunan dan kesatuan bangsa indonesia bukanlah bersumber dari bahasa persatuannya, bahasa indonesi yang dimilikinya , melainkan bersumber dari krisis ekonomi, hukum, politik, dan pengaruh globalisasi. Justru, bahasa indonesia hingga kini menjadi  perisai pemersatu yang belum pernah dijadikan sumber masalahan oleh masyarakat pemakainya yang berasal dari berbagai ragam suku daerah. Hal ini dapat terjadi, karena bahasa  indonesia dapat menempatkan dirinya sebagai sarana komunikasiefektif, berdampingan dan bersama-sama dengan bahasa daerah yang ada dinusantara dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai aspek kehidupan dan kebudayaan, termasuk pengembangan bahasa-bahasa daerah. Dengan demikian, bahasa indonesia  dan bahasa daerah memiliki peran penting dalam memajukan pembangunan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.



3.      KESIMPULAN

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, pasal 36 ”bahasa Negara adalah bahasa Indonesia”. Sejarah bahasa Indonesia telah tumbuh dan berkembang sekitar abad ke VII dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan. Bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga di seluruh Asia Tenggara.
Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, diumumkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk Negara Indonesia pascakemerdekaan. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya dan ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 36.
Kedudukan bahasa Indonesia
1.     Kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Adapun fungsinya adalah :
a.    Lambang kebanggaan Nasional
b.    Lambang identitas Nasional
c.    Alat pemersatu berbagai suku bangsa
d.    Alat penghubung antarbudaya dan antardaerah
2.    Kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Adapun fungsinya adalah :
a.    Bahasa resmi kenegaraan
b.    Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
c.   Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan    nasional serta kepentingan pemerintah
d.  Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Fungsi lain dari Bahasa Indonesia , dibagi menjadi dua, yaitu :
1.     Fungsi bahasa secara umum
a.    Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan
b.    Sebagai alat komunikasi
c.    Sebagai alat berinteraksi dan beradaptasi sosial
d.    Sebagai alat control sosial
2.    Fungsi bahasa secara khusus
a.   Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari
b.  Mewujudkan seni (sastra)
c.   Mempelajari bahasa kuno
d.  Mengeksploitasi IPTEK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar