1. PENDAHULUAN
Bahasa
merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian juga, Bahasa Indonesia menjadi sarana budaya dan sarana berpikir masyarakat
Indonesia. Oleh karena itu, peranan Bahasa Indonesia menjadi sangat penting.
Mengingat pentingnya bahasa Indonesia, kami sebagai mahasiswa dituntut untuk
lebih memahami bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Yang salah satunya
adalah dengan mengetahui sejarah bahasa
Indonesia.
Bahasa
indonesia telah bersentuhan dan dipengaruhi
oleh berbagai bahasa asing yaitu bahasa inggris serta beberapa bahasa
daerah terutama bahasa jawa. Pertembungan dengan berbagai bahasa itu telah
memperkaya bahasa indonesia dalam bidang perbendaharaan kata. Tetapi sayangnya,
arus masuknya kata-kata dari berbagai bahasa itu kedalam bahasa indonesia ,
hampir tak terkendali . Akibatnya paling kurang menimbulkan 3 perkara:
1.
Pemakaian bahasa indonesia banyak
yang tidak mengerti kata-kata yang berasal dari bahasa asing dan bahasa daerah.
Keadaan ini membuat komunikasi tidak efektif.
2.
Sistem bahasa indonesia menjadi
begitu labil, sehingga pemakaian bahasa indonesia sulit memperoleh pedoman yang
baku.
Pertumbuhandan perkembangan bahasa
melayu yang kemudian salah satu cabangnyadisebut bahasa indonesia, merupakan
suatu yang patut dikenal oleh pemakai bahasa indonesia. Pad satu sisi hal itu
akan memberikan semacam penghargaan historis terhadap segala upaya yang telah
dilakukan oleh berbagai pihak membina dan mengembangkan bahasa itu, sehinga
satu diantaranya telah ujud sepertbahasa indonesia sekarang ini.
Tapi yang
lebih penting lagi dengan pengetahui bagaimana bahasa indonesia berasal dari
bahasa melayu, lalu tumbuh berkembang oleh para pujangga dan pengarng, maka
pemakai bahasa indonesia akan menyadari
bahwa asas asas bahasa indonesia bertumpu pada bahasa melayu. Dengan demikian
pokok-pokok bahasa indonesia seperti pengucapan(lafal) pembentukan kata, pola
kalimat, dan pembendaharaan kata tentulah berpijak pada bahasa melayu. Karena itu untuk memiliki kemampuan berbahasa
indonesia yang baik, prinsip-prinsip tersebut hendaklah diketahui, dikuasai
mahir memakainya.
Ada 3
perkara yang amat mendesak sekali diperhatikan dalam pembinaan dan pemeliharaan
bahasa indonesia;
1.
Bahasa indonesia belum punya pedoman
pengucapan. Pengucapan bahasa indonesia sebagia besar diwarnai oleh dialek atau bahasa masing-masing pamakai. Hal ini cukup merugikan dalam jangka panjang, sebab akan merusak sendi-sendi bahasa
itu. Persatuan bahasa indonesia yang
amat didambakan justru tidak dapat tecermindalam kehidupan bangsa, sebab tiap
suku bangsa indonesia dengat logat daerah
atau sukunya. Padahal, seseorang
dikesa sebagai bangsa indonesia, hendaklah terpancar dari bahasa indonesia yang
dipakainya. Jika bahasa indonesia yang
dipakainya masih membayangkan kesukarannya, maka keindonesiaan dalam bidang
bahasa belum lagi ujud. Padahal inilah alat pemersatu bangsa yang paling
ampuh. Jika seseorang memakai bahasa
indonesia,tidak terkesan lagi kesukaranny, maka barulah orang itu tampil
sebagai banagsa indonesia yang sempurna.
2.
Dalam bidang semantik (arti kata)
bahasa indonesia sangat lemah. Sejumlah
kata yang sepintas lalu terkesan sama, sering dikacaukan begitu rupa oleh
pemakainya. Akibatnya kadar logika
bahasa indonesia kurang baik. Sementara
disampingnya sering terjadi kesalahpahaman, sehingga bahasa itu kurang
komunikatif.
2.PEMBAHASAN
2.1
SEJARA
BAHASA INDONESIA
Bahasa indonesia
berasal dari bahasa melayu termasuk rumpun bahasa Astronesia yang telah
digunakan sebagai lingua franca di
Nusantar sejak abad –abad awal peninggalan modren, paling tidak dalam bentuk
informalnya. Bentuk bahasa sehari hari ini sering dinamai dengan
istilah melayu pasar. Jenis ini sangat
lentur sebab sangat mudah dimengerti dan
ekspresif, dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah
lain dari berbagai bahasa yang
digunakan para penggunanya.
Penamaan istilah’’bahasa
melayu’’ telah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M, yaitu angka tahun yang
tercantum pada beberapa prasasti melayu
kono dari palembang dan bangka. Prasasti-p rasasti ini di tulis dengan aksara
pallawa atas perintah kerajaan sriwijay,
kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 da ke-8. Wangsa Syailendra juga
meninggalkan beberapa prasasti melayu kuno di jawa tengah. Keping tembaga
laguna yang ditemukan di dekat manila juga keterkaitan wilayah itu dengan sriwijaya.
Awal
penamaan bahasa indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada kongres nasional kedua di jakarta, dicanangkanlah
penggunaan bahasa indonesia sebagai
bahasa untuk negara indonesia pasca kemerdekaan. Soekarno tidak memilih bahasa sendiri, jawa (yang sebenarnya juga
bahasa mayoritas pada saat itu), namun beliau memilih bahasa indonesia yang
beliau dasarkan dari bahasa melayu yang dituturkan din riau.
Bahasa
melayu riau dipilih sebagai bahasa persatuan negara republik indonesia atau
beberapa pertimbangan sebagai berikut:
1) Jika bahasa
jawa digunakan, suku-suku bangsa atau puak lain direpublik indonesia akan
merasa di jajah oleh suku jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di
repunlik indonesia.
2) Bahasa jawa
jauh lebih sukar di pelajari dibandingkan dengan bahasa riau.
3) Bahasa
melayu riau yang dipilih, dan bukan bahasa melayu pontianak, banjarmasin,
samarinda, maluku, jakarta (betawi), atupun kutai.
4) Penguna
bahasa melayu bukan bukan hanya terbatas direpublik indonesia. Pada 1954. Pengguna bahasa melayu selain
republik indonesia yaitu malaysia, brunai, dan singapura. Pada saat itu, dengan mengunakan bahasa
melayu sebagai bahasa persatuan, diharapkan di negara-negara dikawasan seperti
malaysia, brunei, dan singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme
negara-negara jiran di asia tengara.
Dengan memilih bahasa melayu riau,
para pejuang kemerdekaan bersatu seperti pada masa islam berkembang di
indonesia, namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan. Bahasa indonesia yang telah dipilih ini
kemudian distandarisasi lagi dengan nahu (tata bahasa). Hal ini telah dilakukan pada zaman penjajahan
jepang.
Keputusan kongres bahasa indonesia
II 1945 medan, antara lain menyatakan
bahwa bahasa indonesia berasal dari bahasa melayu.
Bahasa melayu muali dipakai dikawasa
asia tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu dengan ditemukannya
prasasti di kedukan bukti, berangka 683M (PALEMBANG); Talang tuwo, berangka 684
M (PALEMBANG); Kota kapur, berangka 686
M (berangka barat); dan karang Brahi, berangka 688M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf pranagari
bahasa melayu kuno. Bahasa melayu kuno tidak hanya dipakai pada zaman sriwijaya
karena jawa tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 942M yang
juga menggunakan bahasa melayu kuno.
Pada zaman sriwijaya, bahasa melayu
dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama
budha. Bahasa melayu juga dipakai
sebagai bahasa perhubungan antar suku di nusantara dan sebagai bahasa
perdaganga, baik sebagai bahasa antar suku di nusantara maupun sebagai bahasa
yang digunakan terhadap para pedagangdari luar nusantara.
Perkembangan dan pertumbuhan bahasa
melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan islam, baik berupa batu
yang bertulis seperti tulisan pada batu nisan minye tujoh,aceh, berangka 1380
M, maupun hasil susatra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri,
hikayat raja-raja pasai, sejarah melayu, Tajussalatin, dan bustanussalatin.
Bahasa indonesia menyebar kepelosok
nusantara bersamaan penyebaran agama islam di wilayah nusantara. Bahasa melayu mudah diterima oleh masyarakat
nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang,
antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa melayu tidak mengenal tingkat
tutur.
Bahasa melayu yang dipakai di daerah
di wilayah nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah.
Bahasa melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa
sanskerta, peria, arab, dan bahasa –bahasa eropa.
Perkembngan bahasa indonesia di
wilayah nusantara memengaruhi dan mendorong tumbuhnya persaudaraan dan
persatuan bangsa indonesia. Komunikasi
antar perkumpulan yang bangkit pada masa itu mengunakan bahasa melayu. pemuda
indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat
bahasa melayu menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa indonesia. (sumpah
pemuda 28 oktober 1928)
Peristiwa peristiwa penting
berkaitandengan perkembangan bahasa
indonesia di antaranya:
1)
Pada 1901, disusunlah ejaan resmi
bahasa melayu oleh OC.A.van Ophuijen dan dimuat dakam kitap logat melayu.
2)
Pada 18 agustus 1945 ,
ditandatanganilah Undang-Undang dasar RI 1945, yang salah satu pasalnya (pasal
36) menetapkan bahasa indonesia sebagai bahasa negara.
3)
Pada 16 agustus 1972, H .M Soekarno,
presid republik indonesia, meresmikan penggunaan ejaan bahasa indonesi yang
disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang
dikuatkan pula dengan keputusan presiden No. 57 tahun 1972.
2.2
Bahasa
indonesia sebagai bahasa negara
Bahasa
indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada 18 agustus1945, karena pada saat itu undang
undang dasar 1945 di sahkan sebagai Undang-Undang dasar negara republik indonesia. Dalam
undang-undang dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah bahasa
indonesia. (Bab XV, pasal 36).
Kebangkitan nasional
telah mendorong perkembangan bahasa indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan
politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalm
memoderenkan bahasa indonesia. Peroklamasi kemerdekaan indonesia, 17 agustus
1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa indonesiasecara
konsitusional sebagai bahsa negara.
Kini, bahasa indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat
indonesia, baik ditingkat pusat maupun daerah.
Sejarah
bahasa indonesia cukup jelas menyebutkan apa fungsi dan bagaimana kedudukan
bahasa indonesia bagi bangsa indonesia. Fungsi bahasa indonesia bagi bangsa
indonesia ialahsebagai pemersatu suku-suku bangsa di republik indonesia yang
beranekaram.setiap suku bangsa yang begitu menjunjung nilai adat dan bahasa
derah masing-masingdisatukan dan disamakan darajatnya. Dalam sebuah bahasa
persatuan yaitu bahasa indonesia. Dan
memandang akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa indonesia, maka setiap
suku bangsa di indonesia bersedia
menerima bahasa indonesiasebagai bahasa nasional. Selain itu fungsi dari bahasa
indonesia ialah sebagai bahasa ibu yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi
bagi yang tidak bisa berbahasa daerah.
Bahasa
indonesia sebagai bahasa negara atau bahasa nasional, maksudnya bahasa
indonesia itu adalah bahasa yang sudah di resmikan menjadi bahasa bagi seluruh
bangsa indonesia.adapun bahasa indonesia sebagai budya indonesia dan merupakan
ciri khas atau pembeda dari bangsa lain di dunia.
2.3
Bahas
indonesia sebagai bahasa pemersatuan
Bahasa
indonesia bisa menjalankan fungsi sebagai pemersatuan bangsa indonesia. Dengan mengunakan bahasa indonesia, rasa
kesatuan dan pemersatuan bangsa yang berbagai etnis terpupuk. Kehadiran bahasa indonesia di tengah-tengah
ratusan bahasa daerah yang menimbulkan sentimen
negatif etnis yang mengunakannya.
Sebaliknya, sebaliknya justru kehadiran bahasa indonesia diangap sebagai
pelindung sentimen kedaerahan dan sebagai penengah ego kesukuan.
Latar
belakan budaya dan bahasa yang bebeda-beda berpotensi untuk menghambat
perhubungan antar daerah antar budaya.
Tetapi, berkat bahasa indonesia etnis yang satu bisa berhubungan dengan
etnis yang lain sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.
2.4
Bahasa
indonesia sebagai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Perjalanan panjang sejarah bahasa indonesia dalam dua kedudukan penting,
yakni sebagi bahasa nasional dan bahasa
negara. Sejak diikrarkan sebagai bahasa nasional dan di tetapkan bahasa negara,
bahasa indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan
itu telah mengantarkan bahasa indonesia
sebagai lambang jati diri bangsa dan
alat pemersatuberbagai suku bangsa yang berbeda-beda latar belakang sosial,
budaya, agama, dan bahasa daerahnya. Di samping itu bahasa indonesia juga telah
mampu mengemban fungsinya sebagai sarana komunikasi modren dalam
penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, pengembangan ilmu, serta seni.
Bahasa indonesia merupakan satu-satunya alat yang
memungkinkan untuk membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian
rupa karena bahasa indonesia memiliki ciri-ciri dan identitas sendiri, yang
membedakannya dengan kebudayaan daerah. Saat ini, bahasa indonesia digunakan
sebagai alat untuk menyatakan semua nilai
sosial budaya nasional. Pada situasi inilah bahasa indonesia telah
menjalankan kedudukannya sebagai bahasa
budaya.
menyampaian ilmu pengetahuan kepada bernagai kalangan
dan tingkat pendidikan. Semua jenjang pendidikan dalam penyampaiannya atau
mengunakan tentu menggunakan bahasa indonesia sebagi pengantarnya. Karena itu,
bahas indonesia mempunyai peran penting sebagai bahasa ilmu pengetahualam dan teknologi dalam penyebarannya dalam dunia
pendidikan.
2.5
Bahasa
indonesia sebagai bahasa dalam pembangunan
Bahasa
indonesia merupakan bahasa resmi republik indonesia. Pada saat ini, bahasa
indonesia digunakan oleh hampir seluruh
rakyat indonesia. Bahasa indonesia merupakan bahasa resmi, dan bahasa pertama
digunakan, selain bahasa daerah. Sebagai bahasa resmi negara, bahasa indonesia
di gunakan dalam berbagai kesempatan dan kesempatan dan kegiatan.
Sebagai
bahasa negara, bahsa indonesia mempunyai fungsi sebagai alat perhubungan pada
tingkat nasional dalam berbagai kepentingan nasional.perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan sebagai kepentingan nasional.tentu akan mengunakan
bahasa indonesi. Karena itulah, bahasa indonesia akan digunakan dalam hal
kepentingan perencanaandan pelaksanaan pembangunan.
Bahasa
indonesia mempunyai peran penting di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara. Perannya tampak di dalam kehidupan bermasyarakatdi berbagai
wilayah tanah tumpah darah indonesia.
Bahas
indonesia sebagai milik bangsa, dalam perkembangan dari waktu ke waktu telah
teruji keberadaannya, baik sebagai bahasa persatuan maupun sebagai bahasa resmi
negara. Adanya gejolak dan kerawanan yang mengancam kerukunan dan kesatuan
bangsa indonesia bukanlah bersumber dari bahasa persatuannya, bahasa indonesi
yang dimilikinya , melainkan bersumber dari krisis ekonomi, hukum, politik, dan
pengaruh globalisasi. Justru, bahasa indonesia hingga kini menjadi perisai pemersatu yang belum pernah dijadikan
sumber masalahan oleh masyarakat pemakainya yang berasal dari berbagai ragam
suku daerah. Hal ini dapat terjadi, karena bahasa indonesia dapat menempatkan dirinya sebagai
sarana komunikasiefektif, berdampingan dan bersama-sama dengan bahasa daerah
yang ada dinusantara dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai aspek
kehidupan dan kebudayaan, termasuk pengembangan bahasa-bahasa daerah. Dengan
demikian, bahasa indonesia dan bahasa
daerah memiliki peran penting dalam memajukan pembangunan masyarakat dalam
berbagai aspek kehidupan.
3.
KESIMPULAN
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana
disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, pasal 36 ”bahasa Negara adalah
bahasa Indonesia”. Sejarah bahasa Indonesia telah tumbuh dan berkembang sekitar
abad ke VII dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu sudah dipergunakan
sebagai bahasa perhubungan. Bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga
di seluruh Asia Tenggara.
Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari
Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, diumumkanlah penggunaan Bahasa
Indonesia sebagai bahasa untuk Negara Indonesia pascakemerdekaan. Secara
yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui
keberadaannya dan ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 36.
Kedudukan bahasa
Indonesia
1. Kedudukan dan fungsi
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Adapun fungsinya adalah
:
a. Lambang kebanggaan
Nasional
b. Lambang identitas
Nasional
c. Alat pemersatu berbagai
suku bangsa
d. Alat penghubung
antarbudaya dan antardaerah
2. Kedudukan dan fungsi
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Adapun fungsinya adalah
:
a. Bahasa resmi kenegaraan
b. Bahasa pengantar dalam
dunia pendidikan
c. Bahasa resmi untuk
kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah
d. Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan
teknologi
Fungsi lain dari Bahasa
Indonesia , dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Fungsi bahasa secara
umum
a. Sebagai alat untuk
mengungkapkan perasaan
b. Sebagai alat komunikasi
c. Sebagai alat
berinteraksi dan beradaptasi sosial
d. Sebagai alat control
sosial
2. Fungsi bahasa secara
khusus
a. Mengadakan hubungan
dalam pergaulan sehari-hari
b. Mewujudkan seni (sastra)
c. Mempelajari bahasa kuno
d. Mengeksploitasi IPTEK

Tidak ada komentar:
Posting Komentar